Basilika Santo Petrus, Vatican |
Di video sebelumnya kita sudah dijelaskan bahwa Firman Tuhan
itu tidak terbatas, sebab Firman Tuhan itu adalah Yesus sendiri (Yoh 1:1,14).
Yesus adalah Tuhan, maka tentu saja Tuhan tidak terbatas. Namun identitas Yesus
sebenarnya adalah Firman Allah (Why 19:13). Karena itu Firman Allah juga tidak
terbatas. Firman Tuhan yang tidak terbatas itu tidak mungkin bisa ditampung
dalam Alkitab seluruhnya; meskipun tebalnya mencapai 2000 halaman.
Nah ada banyak hal yang dipraktekkan umat Katolik tidak
dicatat dalam Alkitab secara harafiah, misalnya berdoa rosario, membuat Tanda
Salib, merayakan Natal dan Paskah, memajang patung Yesus dan Maria di dalam
Gereja, dll. Tapi bukan berarti semuanya itu bertentangan dengan Firman Tuhan. Karena
kebenaran tentang Firman Tuhan itu sepenuhnya diwahyukan kepada Gereja. Oleh
sebab itu, Gereja tahu mana yang benar dan mana yang salah. Gereja mengerti dan
paham terhadap Firman Tuhan, mana yang boleh dan mana yang tidak; mana yang
diizinkan dan mana yang dilarang. Sebab Gereja adalah tiang penopang dan dasar
kebenaran (1Tim 3:15). Jadi apabila Gereja mewajibkan umatnya untuk merayakan
Natal dan Paskah, tentu kita sebagai umat Katolik harus menaatinya.
Nah, lalu bagaimana dengan Akitab? Alkitab memang berisi
Firman Tuhan. Tapi tidak semuanya. Kan masih ada Tradisi para Rasul yang
melengkapi Alkitab. Tradisi yang berasal dari
para rasul itulah yang kita namakan Firman Lisan. Kedua-duanya, baik
Alkitab maupun Tradisi diterima oleh Gereja Katolik sebagai Firman Tuhan. Jadi
tinggal dua hal ini; Firman Lisan dan Firman Tertulis. Firman Lisan adalah
Tradisi Apostolik, dan Firman Tertulis adalah Kitab Suci. Kedua-duanya sama
derajatnya dan sama martabatnya, yaitu sebagai Firman Tuhan. Akhirnya, marilah
kita dengarkan nasihat dari Santo Paulus; "Sebab itu, berdirilah teguh dan
berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan,
maupun secara tertulis." (2 Tesalonika 2:15).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar